Tag Archives: film

5 Film Indonesia Terbaru yang wajib kamu tonton di bulan maret!

Seolah tidak mau kalah saing dari Hollywood, banyak juga film Indonesia yang rilis pada Maret 2020. Genre yang ditawarkan pun beragam, mulai dari drama, musikal, hingga komedi.

Berikut lima film Indonesia terbaru yang wajib disaksikan bulan ini. Pecinta film, siapkan dana cukup untuk menonton semuanya, ya!

1. Mekah I’m Coming

Mekah I’m Coming adalah salah satu film yang wajib untuk disaksikan oleh pecinta komedi Indonesia. Selain itu, ini adalah karya terakhir dari almarhumah Ria Irawan.

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini bercerita tentang hubungan Eddy (Rizky Nazar) dan Eni (Michelle Ziudith) yang terancam kandas. Orang tua Eni hendak menjodohkannya dengan saudagar kaya bernama Pietoyo (Dwi Sasono).

Ibu Eddy (Ria Irawan) menyuruhnya untuk merayu ayah Eni, Pak Soleh (Totos Rasiti), dengan mengaku akan berangkat Haji tahun ini. Namun, untuk mendapatkan kuota visa Haji resmi, Eddy diharuskan mengantri selama 10 tahun.

Film ini tayang mulai 5 Maret.

2. Buku Harianku

Buku Harianku adalah film musikal yang cocok untuk disaksikan anak-anak Indonesia. Film yang rilis pada 12 Maret ini bercerita tentang Kila (Kila Putri Alam), seorang anak pemberani namun keras kepala yang gemar menulis buku hariannya.

Karena sang ibu, Riska (Widi Mulia), terlalu sibuk, Kila gagal liburan dan dititipkan pada sang kakeknya, Prapto (Slamet Rahardjo). Prapto tinggal di Sukabumi.

Sempat merasa kesal, Kila justru menemukan keseruan baru di rumah sang kakek. Ia pun bertemu dengan teman baru bernama Rintik (Widuri Sasono) yang merupakan seorang difabel.

3. Mariposa

Kangen dengan duet Angga Yunanda dan Adhisty Zara di film? Tontonlah film Mariposa yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan rilis pada 12 Maret mendatang.

Mariposa bercerita tentang Acha (Zara) yang sangat menyukai iqbal (Angga). Namun, Angga selalu dingin dan coba untuk menghindar dari kejaran Acha.

Film drama remaja ini tentu bisa membuat siapa pun merasa baper. Apalagi, artis-artis yang terlibat merupakan idola dari banyak anak muda di Indonesia saat ini.

4. KKN di Desa Penari

Rilis 19 Maret mendatang, KKN di Desa Penari adalah adaptasi dari salah satu cerita horor yang sempat viral di Twitter pada 2019. Diceritakan bahwa sekelompok mahasiswa pergi ke desa terpencil di pelosok Jawa Timur. Mereka hendak melakukan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sana.

Ternyata, desa itu menyimpan sebuah misteri yang berbahaya. Bahkan, sampai merenggut nyawa beberapa anggota di kelompok tersebut.

Karena sempat viral, banyak orang tentu familiar dengan kisah KKN di Desa Penari. Semoga saja, semua pemain bisa tampil dengan baik dan memenuhi ekspektasi penikmat horor di Indonesia.

5. Tersanjung

Sinetron Tersanjung sangat terkenal di Indonesia pada era ’90-an. Berkat kisah romansa dan drama yang rumit, Tersanjung berhasil menjadi salah satu sajian yang terus dikenang hingga kini.

Pada 19 Maret mendatang, film adaptasi Tersanjung akan rilis di Indonesia. Disutradari oleh Hanung Bramantyo dan Pandhu Adjisurya, film ini mempertemukan tiga artis muda, yaitu Clara Bernadeth, Giorgino Abraham, dan Kevin Ardilova.

Film Tersanjung bercerita tentang Yura, seorang gadis malang yang tinggal bersama orang tua angkatnya. Ia harus menghadapi masalah asmara yang rumit setelah terjebak di kisah cinta segitiga dua sahabatnya, Oka dan Christian.

Kenali Bahaya Mengajak Bayi Masuk Bioskop!

Mengajak bayi nonton bioskop, terutama jika si kecil rewel dan menangis, tidak hanya akan membuat pengunjung lain tidak bisa menikmati film. Mungkin Anda menganggapnya sepele karena toh bisa menidurkan atau menyusui bayi selama dalam bioskop. Namun, kebiasaan membawa bayi nonton bioskop lama-lama dapat merusak pendengarannya dalam jangka panjang. Simak ulasannya di sini.

Bayi nonton bioskop berisiko alami gangguan pendengaran. Apalagi, film horor indonesia dikenal dengan jumpscare bersuara kencang
Orangtua yang cuek membawa bayi atau anak-anak yang usianya masih sangat kecil untuk nonton film ke bioskop secara tidak sadar berperan meningkatkan risiko gangguan pendengaran bayi secara permanen.

Sistem suara canggih yang ditemukan hampir di semua bioskop terkemuka bisa mengeluarkan volume suara hingga mencapai 85 desibel (dB), bahkan jika hanya sebatas suara percakapan standar. Belum menghitung kenaikan desibel yang bisa berkali-kali lipat saat aktor berteriak, atau dari suara tembakan hingga ledakan.

Dokter anak Ahed Bisharat mengatakan bahwa suara di atas 85 dB sangat berbahaya bagi telinga bayi. Bayi memiliki indera pendengaran yang sensitif, dan ia pun sangat memerhatikan suara-suara yang berada di sekitarnya. Suara pada tingkat desibel tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada telinga bayi bagian dalam, khususnya koklea. Koklea berfungsi untuk memproses bunyi sehingga bisa terdengar oleh si empunya tubuh.

Suara di atas 100 dB berisiko timbulkan gangguan pendengaran permanen pada anak
Menurut American Academy of Pediatrics, tingkat kebisingan yang melebihi 45 desibel pada bayi perlu menjadi perhatian khusus, dan beberapa film seperti film aksi dapat memiliki tingkat kebisingan 90 desibel. Volume suara di atas 100 desibel selama 15 menit dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen pada anak.

Durasi kebisingan dan seberapa sering bayi terpapar suara keras dari waktu ke waktu juga merupakan faktor pemicu gangguan pendengaran bayi.

Seringnya mengekspos bayi atau anak kecil dengan suara keras dan tidak mengenakan pelindung telinga, seperti sumbat telinga, akan menyebabkan gangguan pendengaran bayi.

Selain itu, suara bising yang anak terima secara terus-menerus juga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang diperlukan untuk pendengaran dan persepsi ucapan. Ini dapat membahayakan proses tumbuh kembang anak di masa depan.

Aturan kalau harus bawa bayi nonton bioskop
Idealnya, bayi dan anak-anak tidak boleh dulu diajak nonton bioskop sampai mereka benar-benar siap. Siap dalam artian perkembangannya sudah matang, dan siap secara psikolgis untuk mencerna tayangan yang tersaji di layar.

Pilih film yang ramah anak, dan kalau terpaksa harus mengajak bayi nonton bioskop, bawalah anak ke bioskop yang memiliki fasilitas bioskop khusus untuk anak dan keluarga. Bioskop ini telah menyesuaikan tingkat volumenya lebih rendah serta pencahayaan yang lebih terang agar sesuai dengan kebutuhan anak. Anda juga bisa memasangkan sumbat telinga pada si kecil untuk mencegah risiko gangguan pendengaran pada bayi.

Terakhir, jika bayi menunjukkan tanda-tanda bosan atau tidak nyaman, segeralah keluar dari bioskop untuk menenangkannya sebelum anak mulai rewel. Suasana yang tidak nyaman, ditambah dengan suara berisik yang ia dengar dari tayangan tersebut dapat membuatnya makin rewel.