Tips Parenting Anak : Bahaya Anak Kecanduan Gadget

 Di era teknologi yang semakin maju, penggunaan gadget sudah merambah pesat hingga dunia anak. Banyak orang tua memberikan gadget dengan berbagai alasan, antara lain sebagai penangkal rewelnya, supaya mau makan, atau hiburan anak selagi orang tua melakukan hal lain atau pekerjaan rumah tangga. Namun, parenting anak yang baik, tidaklah disarankan menggunakan gadget.

Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim mengatakan gadget sejatinya tidak perlu diperkenalkan kepada anak. “Pada batita, balita, bahkan, anak sekolah dasar tidak perlu lama-lama bermain gadget,” kata Rose Mini Agoes Salim.

Menurut dia, gadget di usia batita dan balita bisa menganggu perkembangan anak karenasedikitnya pemberian stimulasi. Mulai dari stimulasi kognitif, motorik halus, motorik kasar, sensorik, psikologi sosial, dan lainnya.

Bila orang tua ingin memperkenalkan warna dan bentuk kepada batita dan balita, Rose Mini menyarankan berkreasilah dengan berbagai peralatan yang ada di rumah. Misalnya kotak tempat makan, taplak meja, atau tanaman dan bunga di teras. Ajak anak banyak bicara agar terstimulasi kognitif, bahasa, dan kemampuan psikologi sosialnya.

Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

Rose Mini mengingatkan, ketika anak menonton video maka hanya satu tipe kegiatan yang dilakukan. Sementara ketika diajak bicara oleh orang tua, anak belajar mempelajari ekspresi, membangun ikatan bersama, dan belajar bahasa ibu.

“Jangan salahkan anak jadi susah berkomunikasi dan terbuka ketika besar nanti, kalau saat kecil tidak pernah diajak bicara,” kata Rose Mini. “Anak itu berkaca kepada orang tuanya saat belajar. Mengasuh anak itu keharusan bagi orang tua, jangan pake gaya disambi. Maka orang tua harus kreatif dan terlibat dua-duanya, ayah dan ibu.”

5 Film Indonesia Terbaru yang wajib kamu tonton di bulan maret!

Seolah tidak mau kalah saing dari Hollywood, banyak juga film Indonesia yang rilis pada Maret 2020. Genre yang ditawarkan pun beragam, mulai dari drama, musikal, hingga komedi.

Berikut lima film Indonesia terbaru yang wajib disaksikan bulan ini. Pecinta film, siapkan dana cukup untuk menonton semuanya, ya!

1. Mekah I’m Coming

Mekah I’m Coming adalah salah satu film yang wajib untuk disaksikan oleh pecinta komedi Indonesia. Selain itu, ini adalah karya terakhir dari almarhumah Ria Irawan.

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini bercerita tentang hubungan Eddy (Rizky Nazar) dan Eni (Michelle Ziudith) yang terancam kandas. Orang tua Eni hendak menjodohkannya dengan saudagar kaya bernama Pietoyo (Dwi Sasono).

Ibu Eddy (Ria Irawan) menyuruhnya untuk merayu ayah Eni, Pak Soleh (Totos Rasiti), dengan mengaku akan berangkat Haji tahun ini. Namun, untuk mendapatkan kuota visa Haji resmi, Eddy diharuskan mengantri selama 10 tahun.

Film ini tayang mulai 5 Maret.

2. Buku Harianku

Buku Harianku adalah film musikal yang cocok untuk disaksikan anak-anak Indonesia. Film yang rilis pada 12 Maret ini bercerita tentang Kila (Kila Putri Alam), seorang anak pemberani namun keras kepala yang gemar menulis buku hariannya.

Karena sang ibu, Riska (Widi Mulia), terlalu sibuk, Kila gagal liburan dan dititipkan pada sang kakeknya, Prapto (Slamet Rahardjo). Prapto tinggal di Sukabumi.

Sempat merasa kesal, Kila justru menemukan keseruan baru di rumah sang kakek. Ia pun bertemu dengan teman baru bernama Rintik (Widuri Sasono) yang merupakan seorang difabel.

3. Mariposa

Kangen dengan duet Angga Yunanda dan Adhisty Zara di film? Tontonlah film Mariposa yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan rilis pada 12 Maret mendatang.

Mariposa bercerita tentang Acha (Zara) yang sangat menyukai iqbal (Angga). Namun, Angga selalu dingin dan coba untuk menghindar dari kejaran Acha.

Film drama remaja ini tentu bisa membuat siapa pun merasa baper. Apalagi, artis-artis yang terlibat merupakan idola dari banyak anak muda di Indonesia saat ini.

4. KKN di Desa Penari

Rilis 19 Maret mendatang, KKN di Desa Penari adalah adaptasi dari salah satu cerita horor yang sempat viral di Twitter pada 2019. Diceritakan bahwa sekelompok mahasiswa pergi ke desa terpencil di pelosok Jawa Timur. Mereka hendak melakukan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sana.

Ternyata, desa itu menyimpan sebuah misteri yang berbahaya. Bahkan, sampai merenggut nyawa beberapa anggota di kelompok tersebut.

Karena sempat viral, banyak orang tentu familiar dengan kisah KKN di Desa Penari. Semoga saja, semua pemain bisa tampil dengan baik dan memenuhi ekspektasi penikmat horor di Indonesia.

5. Tersanjung

Sinetron Tersanjung sangat terkenal di Indonesia pada era ’90-an. Berkat kisah romansa dan drama yang rumit, Tersanjung berhasil menjadi salah satu sajian yang terus dikenang hingga kini.

Pada 19 Maret mendatang, film adaptasi Tersanjung akan rilis di Indonesia. Disutradari oleh Hanung Bramantyo dan Pandhu Adjisurya, film ini mempertemukan tiga artis muda, yaitu Clara Bernadeth, Giorgino Abraham, dan Kevin Ardilova.

Film Tersanjung bercerita tentang Yura, seorang gadis malang yang tinggal bersama orang tua angkatnya. Ia harus menghadapi masalah asmara yang rumit setelah terjebak di kisah cinta segitiga dua sahabatnya, Oka dan Christian.